Setetes Air

Jentik-Jentik Hati
Arungi Hidup nan tak Pasti
Bergulat Goda dan Coba
Membuat Hati Selalu Ternoda
Lambat namun pasti, Noda itu kian Menebal
Sapuan Hati tak Mampu Bersihkan Diri dalam Sehari

Siapakah yang mampu menuntun Jiwa
Kalbu penuh sesak dengan Tuntutan Hidup
Yang kuperlukan hanyalah setetes air
Ya, cukuplah setetes air kerinduan
Tercucur dari rahmat Sang Maha Hidup

Oh…Jiwaku tak Pasti
Menunggu tetes demi tetes air kehidupan
Setiap hari, tiap waktu hatiku merindukan pertemuan
Guna bisa raih setetes air itu
Ya…hanya setetes saja,
Tak lebih tak kurang kurasa itu cukup
Menyapu debu-debu hati yang kian membeku

Duh…Gusti ALLAH nan Maha Sakti
Duh…Sang Hyang Manon
Duh…Sang Maha Urip
Aku perlu setetes air itu
Meski setetes, Tapi Bisa Basahi kerongkongan jiwa
Dan kerongkongan jiwaku yang telah kering

2 Komentar (+add yours?)

  1. imam haryono
    Mar 02, 2009 @ 04:40:19

    Puisi yang indah dan syahdu, semoga obsesi menjadi nyata dan kegundahan hati yang berkutat direlung tak lagi berbinar. Semoga Allah SWT meridhoi.

    Balas

  2. bambang trimulyo
    Mar 03, 2009 @ 06:18:26

    kang suluh trimakasih atas komentarnya di blog saya, bulan maret ini saya memang ada acara ziarah untuk itu mohon Saudara dapat SMS/kontak ke HP saya semoga dapat bertemu.
    Wassalam
    Bambang Tr

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Agustus 2008
S S R K J S M
« Jul   Nov »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Arsip Tulisan

Tamu

  • 42,606 Orang
%d blogger menyukai ini: