Alunan Rebana di Masjid Sunan Kalijaga

masjid_demak.jpg

Pada tanggal 20 Maret lalu, merupakan peringatan hari Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Sayang, apabila acara itu disia-siakan begitu saja. Jauh-jauh hari kami sudah merencanakan bahwa peringatan Maulid Nabi tahun ini kami akan merayakannya di Demak.

Alhamdulillah rencana itupun menjadi kenyataan. Kami berangkat dari Surabaya menuju ke Demak pada pukul 12.00 WIB siang. Keberangkatan kami berawal dari Bungurasih dengan naik bus jurusan Semarang. Kami sengaja memilih bus yang tidak ber AC agar kami bisa bebas merokok.

Bus tersebut melaju bak ‘setan’. Dengan kecepatan sangat tinggi dan tidak peduli dengan penumpang yang sedikit, bus tersebut seolah-olah didorong dari belakang.

Kami tiba di kota Demak sekitar pukul 18.30 WIB. Lantaran niat kami sebagai orang-orang salik adalah untuk mencari suluk yang tersirat, maka kami memutuskan untuk berjalan kaki dari pintu gerbang kota Demak ke masjid Sunan Kalijaga. Perjalanan tersebut sungguh melelahkan. Bayangkan saja, kami harus berjalan sejauh 15 km menyusuri jalan basah yang disertai dengan rintik gerimis hujan.

Hanya baju yang menempel di Badan yang kami bawa. Baju itu terasa basah oleh keringat dan gerimis hujan yang bercampur jadi satu. Basahnya baju itulah yang membuat perut kami mulai lapar. Dan kami memutuskan untuk makan terlebih dulu sebelum melanjutkan pencarian terhadap suluk ghaib. Kami makan bakso dengan lontong sembari melepaskan lelah. Setelah rasa lelah itu mulai lenyap, kamipun kembali berjalan menyusuri beberapa kampung yang gelap tanpa lampu menuju ke Masjid Sunan Kalijaga.

Dari jauh, kami mendengar suara rebana dan jidor yang ditabuh bertalu-talu sembari melantunkan pujian dan shalawat pada Nabi Besar SAW. Terus terang saja, hatiku tergetar mendengar lantunan pujian tersebut. Suara jidor yang ditabuh dengan keras seolah mengguncang hatiku. Begitu sampai di Masjid Sunan Kalijaga, kami pun langsung mengambil air wudlu dan shalat sunah 2 rakaat dan melanjutkan dengan shalat Isya.

Terasa nikmat bisa shalat di masjid Sunan Kalijaga yang juga salah satu penyebar agama Islam di tanah Jawa itu. Kami seakan-akan merasakan beratnya perjuangan Sunan Kalijaga dalam syiar agama Islam. Setelah beberapa saat berada di dalam masjid, kami pun berniat untuk meneruskan perjalanan dengan ziarah ke makam Sunan Kalijaga. Tetapi, belum melangkah ke luar masjid, tiba-tiba hujan mengguyur cukup deras. Kami pun beristirahat sembari menunggu hujan reda.

Begitu hujan reda, kami melangkahkan kaki ke makam Sunan Kalijaga. Namun sebelumnya, kami sempatkan untuk minum segelas kopi guna menghangatkan tubuh. “Panjenengan saking pundi mas? (Anda dari mana mas?),” demikian tanya si penjual kopi ketika melihatku yang mengenakan sorjan (pakaian jawa) sambil membuatkan kopi. Saya menjawab bahwa kami berdua dari Surabaya. “Biasanipun menawi rawuh dhateng makam Sunan Kalijaga namung tiang 2-5, tiang meniku kagungan kemampuan spiritual,” kata si penjual kopi itu sembari menyuguhkannya pada kami.
“Wah…bapak meniko saged kemawon, kulo meniko mboten saged menopo-menopo kok pak,” ujarku sembari meminum kopi. Aku merasa yakin bahwa bapak penjual kopi tersebut juga memiliki ilmu yang tinggi sehingga bisa ‘membaca’ apa yang akan kami lakukan di kota Demak itu.

Setelah berbincang sekitar 1/2 jam dengan si penjual kopi,kamipun langsung melangkahkan kaki menuju ke makam Sunan Kalijaga. Di areal makam tersebut dipenuhi dengan orang-orang yang berziarah. Kami pun diantara para pengunjung itu yang khusuk memanjatkan doa untuk sang Sunan. Kami melakukan meditasi singkat di areal makam tersebut.

Tak terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB. Kami harus melanjutkan perjalanan pencarian suluk ghaib tersebut. Dan tujuan kami selanjutnya adalah Masjid Agung Demak. Kembali, kami harus berjalan sejauh 4 kilometer menuju ke Masjid Agung Demak dari areal Makam Sunan Kalijaga. Jalanan yang basah menjadi saksi langkah kaki kami.

Beberapa saat lamanya berjalan, akhirnya kami sampai ke Masjid Agung Demak. Di areal tersebut telah banyak orang yang tidur-tiduran di emperan masjid. Kembali kami melepaskan lelah sambil menunggu waktu menunjukkan pukul 24.00 WIB dimana biasanya Masjid Agung Demak dibuka khusus saat Maulid Nabi. Dan tepat pada pukul 24.00 WIB, bedug masjid Agung Demak ditabuh. Seiring dengan itu, masjid pun dibuka sehingga kami memutuskan untuk mengambil air wudlu guna menunaikan shalat.

Aku melakukan shalat sunah 2 rakaat tahiyatul masjid dan shalat hajat, tepat di sebelah tiang buatan Sunan Kalijaga. Suasana dalam masjid terkesan sangat sakral. Seusai shalat, aku melanjutkan dengan meditasi. Dalam meditasi itulah aku mendengarkan pitutur ghaib tentang beraneka hal dalam kehidupan yang harus dilalui. Disamping itu, aku mendapatkan ‘ilmu’ yang sangat berguna bagi kehidupanku. Sedangkan temanku mendapatkan sebuah cemeti ghaib. Aku sangat puas dalam perjalanan tersebut karena banyak peristiwa di luar nalar yang terjadi.

4 Komentar (+add yours?)

  1. Apurwa
    Mar 26, 2008 @ 02:17:13

    Bos..dolan ra ajak-ajak!

    Balas

  2. ngajidin
    Apr 02, 2008 @ 03:50:31

    Bos, wis nang Syaikh Subakir?

    Balas

  3. Bambang Tr
    Jan 16, 2009 @ 15:26:56

    blog anda cukup bagus dan menarik, salam kenal,dari kami http://konsulalternatif.co.cc. Sepertinya anda punya aliran sama dengan kami, semoga dimasjid kadilangu kita bisa bisa berjumpa. bambang tr.

    Balas

  4. Shofi
    Mei 23, 2009 @ 11:47:36

    Assalaamu’alaikum,

    mugi gusti Alloh Paring putudhuh dateng kito sedoyo, amiin…

    kalau mau dengerin alunan rebana asal Kota Demak, rasanya jauh sekali terpenuhi, karena tempat yang jauh dari kota kelahiran/kesayangan Demak. Gimana Kalu saya mau download alunan lagu dan syair rebana dari sini?

    Matur nuwun.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Maret 2008
S S R K J S M
    Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Arsip Tulisan

Tamu

  • 42,606 Orang
%d blogger menyukai ini: