Siapa Si Empunya Sinar Itu?

Sepi…sepi…dan sepi menggelitik jiwa
Kucari di keramaian, sepi tetap menggoda
Kususuri jalanan, entah tak kutemukan yang kucari
Kudaki gunung nan tinggi, juga tak kujumpa obat sepiku.
Kuhabiskan masa untuk mencari…dan masih tak kujumpa.
Oh….aku terjatuh dalam putus asa….

Sesorot sinar tiba-tiba menghampiriku
Ku tak tahu darimana asalnya
Ku tak mengerti apa maknanya
Yang jelas, damai terasa di jiwaku
Rasa sepi itupun setapak demi setapak menghilang dari kalbuku.
Berganti dengan ketenangan

Oh…sinar apakah itu
Jelas batinku seperti diayomi
Kalau itu Anugerah Tuhan,
Maka aku ingin berjumpa si pemilik sinar itu
Ku tak mau yang lain
Karna yang lain tak mampu beri sinar di jiwaku

Aku ingin berbincang-bincang dengan sang pemilik sinar
Kan ku tempuh walau jutaan kilometer
Kan ku susuri meski ribuan tahun
Walau pun ku tahu, sulit tuk bertemu siempunya cahaya.
Namun Aku tak peduli

Kerinduanku pada siempunya sinar makin berbinar
Makin dekat aku pada sang pemilik, rasa tentram kian jelas terasa
Oh…apakah ini yang disebut sorga dunia
Oh…inikah yang dikata kemabukan cinta
Ku tak peduli, sekali lagi ku tak peduli
Yang jelas, aku harus menempuh suluk si empunya sinar
Dengan begitu kini aku menjadi seorang salik
Ya….seorang salik yang tengah mencari suluk sejati.

6 Komentar (+add yours?)

  1. Apurwa
    Mar 06, 2008 @ 03:20:04

    Hallo…Bosss

    Balas

  2. hastu bos
    Apr 03, 2008 @ 07:50:55

    piye bos perjalanan segera dilanjutkan bos.\
    ada sesuatu yang harus diselesaikan bos

    Balas

  3. hastu bos
    Apr 03, 2008 @ 07:53:11

    bisikan-bisikan selalu ada dihati bos
    kita akan pergi bersama-sama untuk silahturahmi dan pencarian jati diri kita bos
    GUSTI ALLAH meridhoi kita bos

    Balas

  4. AJI KUSNO
    Mar 07, 2010 @ 15:44:15

    Suatu perjalanan dan pengalaman yang sakral, hanya bisa dipahami oleh yang mengahayati. Bahagialah semua makhluk sepanjang masa.

    Balas

  5. agus
    Jul 30, 2010 @ 15:36:43

    waktu saya istighosah disana saya juga mengalami suara-suara gaib dan sinar putih seperti kunang-kunang yang besar melintas dipemakaman yang berjalan sangat pelan seperti mengawasi kita yang memohon kepada ALLAH SWT agar bisa bertawasul lebih dekat denganNya.

    Balas

  6. Jens
    Feb 06, 2011 @ 04:18:10

    Yah… Kedamaian dan Ketenangan Itulah yang membuat Hati Ini Ingin Selalu Dekat ..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Maret 2008
S S R K J S M
    Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Arsip Tulisan

Tamu

  • 42,606 Orang
%d blogger menyukai ini: